DPW IPTI Jawa Timur Minta Kepolisian Untuk Segera Menahan Ahok Dan Steven

Surabaya, Fakta metropolis. Melihat kondisi disintegrasi Bangsa yang semakin tak terkontrol lagi karena dipicu oleh Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di DKI Jakarta dengan segala macam bumbunya, membuat Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia (DPW IPTI) Jawa Timur, Andi Gunawan Sinyo, angkat suara.

Harus kita akui bahwa keberadaan Ahok dalam dunia politik selama 11 tahun adalah sebuah realita kehidupan dan merupakan sebuah proses dalam pendewasaan berdemokrasi di Indonesia. Namun Juga tak perlu diingkari lagi bahwa terpilihnya Ahok sebagai Wakil Gubernur, dan kini menjadi Gubernur DKI Jakarta, tak lebih merupakan sebuah kecelakaan politik saja.

Baca juga : Sekjen GRIB Jatim Ingatkan Steven HS Agar Teragedi 17 Januari 2000 Jangan Terulang

“Mestinya Ahok juga sadar bahwa masyarakat Indonesia sekarang ini sudah mau menerima perbedaan  dan seharus nya Ahok bukan justru menunjukkan sikap selalu ingin dianggap benar, arogan dan sok kuasa. Ahok juga harus sadar bahwa seharusnya penerimaan masyarakat tersebut bisa menjadi momentum positif,” ujar Andi, Minggu (16/04/2017).

Momentum positif itu, menurut Andi, adalah momentum positif untuk mereka yang selama bertahun-tahun pernah mengalami diskriminasi luar biasa. Dirinya menilai, jika karakter dan sikap Ahok seperti itu, tentu masyarakat Indonesia akan menilai bahwa sikap Ahok adalah cermin buruk pemimpin yang Cenderung kasar dan tak mengenal dialog.

“Ditambah lagi ulah Ahok yang telah menista Al-Quran Surah Al-Maidah 51, merupakan perbuatan biadab yang tak bisa di tolerir lagi. Maka saya meminta kepada Presiden Jokowi, agar merelakan Ahok untuk dipenjara. Saya tak mau melihat Presiden yang saya dukung, mati-matian saat Pilpres 2014 ini ditumbangkan sebelum selesai masa Kepemimpinannya, hanya karena mempertahankan seorang Ahok,” tandas Andi.

Selain itu, Andi juga menuturkan, Ahok yang telah menistakan Al-Quran dan mengkriminalisasi Ulama-Ulama, dirinya merasakan getaran rakyat dibawah yang sudah penuh dengan amarah. Andi mencontohkan, jika Arswendo Atmowiloto, Lia Eden, dan Permadi saja bisa langsung dipenjara tanpa proses, mengapa Ahok tidak bisa.

“Saya Minta kepada Kapolri, untuk segera menangkap dan memenjarakan Ahok, demi terjaganya disintegrasi bangsa,” ungkap pria kurus yang akrab dipanggil Sinyo ini, yang berapi-api pada Fakta Metropolis.

Sementara itu, Irwanto S.Sos Wakil Ketua IPTI ( Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia ) Jawa Timur, menambahkan bahwa IPTI Jawa Timur, juga meminta kepada Kepolisian untuk segera menahan dan mempenjarakan Steven Hadi Suryo yang telah melecehkan Ulama besar dari Lombok Dr. H. Zainul Majdi, Tuan Guru Bajang (TGB) yang merupakan salah satu pemimpin Nahdlatul Wathan, yaitu Ormas terbesar di Lombok.

“Beliau mempunyai pengikut yang tersebar diseluruh Indonesia. Karena ini juga sangat berbahaya bagi disintegrasi bangsa yang sudah terjaga sekian lama,” Pungkas Irwanto.(asb)


Terkait