Sekat Bambu Runcing, Tim Anti Bandit Tangkap Dua Pemuda Bawa Shabu

Sekat Bambu Runcing, Tim Anti Bandit Tangkap Dua Pemuda Bawa Shabu

Surabaya, Fakta Metropolis. Penekanan terhadap angka kejahatan terus dilakukan. Kali ini, Tim Anti Bandit Surabaya Unit 1 hingga 4 dan Tim Anti Bandit jajaran Polsek rayon 5 (Gayungan, Wiyung dan Karangpilang), serta dibackup anggota berseragam dari Polsek Tegalsari melakukan penyekatan di Jalan Panglima Sudirman. Giat tersebut dilakukan mulai pukul 01.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB.

"Mereka kami perintahkan memeriksa dan menggeledah setiap pengendara yang mencurigakan," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga, Kamis (30/03/17).

Tepat di sisi kanan Monumen Bambu Runcing, sejumlah anggota polisi baik berseragam dan berpakaian preman menghentikan satu persatu pengendara roda 2 ataupun roda 4 yang melintas, dan menggeledah seluruh kendaraan serta barang bawaan. Alhasil, beberapa unit sepeda motor yang tidak dilengkapi dengan dokumen seperti STNK dilakukan penindakan.

Tidak hanya kendaraan bermotor tanpa kelengkapan, dalam penyekatan tersebut, petugas juga mengamankan dua orang pemuda yang kedapatan membawa 1 poket Narkotika Golongan I jenis Sabu-Sabu. Mereka adalah Sahrul Firmana (20), warga Kampung Malang, Tegalsari Surabaya, dan Lucky (29) yang tak lain teman satu kampungnya.

Parahnya, sesaat sebelum digeledah dari kejauhan keduanya terdengar berunding oleh anggota berpakaian preman yang tidak mereka sadari ada didekatnya untuk membuang poket Shabu tersebut. Sahrul dibonceng Lucky menggunakan motor Honda Beat warna hitam bernopol L 5400 NE.

"Yo opo, dibuak ae ta ? (Bagaimana, dibuang sajakah ?)," ujar Sahrul kepada Lucky yang menyetir motor.

Setelah itu, mereka terus melaju kearah tengah berusaha menyelinap dari pemeriksaan untuk melarikan diri. Namun, petugas tidak diam begitu saja, petugas digarda depan yang mendengar obrolan keduanya sambil berjalan pelan tadi berteriak agar keduanya dicegah oleh anggota lainnya.

"Hadang motor beat hitam itu, mereka membuang sesuatu," teriak anggota tadi.

Seketika Sahrul dan Lucky dihadang oleh anggota lainnya dan menggelandang mereka ke titik lokasi mereka membuang barang tadi. Petugas menyuruhnya untuk mengambil lagi, barang yang dibuang tadi. Keduanya mengelak bahwa barang yang diketahui sebagai kristal haram itu, bukanlah milik mereka.

Akan tetapi petugas tidak percaya begitu saja, dan memeriksa seluruh tubuh keduanya, termasuk isi percakapan di handphone keduanya. Benar dugaan, melalui pesan Whatsapp milik Sahrul, terdapat percakapan transaksi narkoba jenis Shabu tersebut, yang kemudian diakui bahwa mereka memang baru saja membelinya.

"Karena narkoba, keduanya kami serahkan ke rekan-rekan Polsek Rayon atau Satreskoba. Saat ini, keduanya masih diinterogasi mendalam dan dilakukan pengembangan terkait narkoba yang keduanya bawa," pungkas AKBP Shinto.(asb)


Terkait