Perkuat Keamanan Wilayah, Maritim Gresik Surabaya Latihan Nembak Bersama

Perkuat Keamanan Wilayah, Maritim Gresik Surabaya Latihan Nembak Bersama

Surabaya, Fakta Metropolis. Sebagai salah satu wujud poros Maritim dunia, sebagaimana yang dicanangkan Pemerintah Indonesia, seluruh unsur maritim di Pelabuhan Tanjung Perak, juga Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) V Surabaya dan Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak bersilaturrahmi dalam Forum Komunikasi Unsur Maritim Wilayah Surabaya dan Gresik di lapangan tembak (lapbak) JW Kainama Lantamal V Surabaya.

Selain silaturahmi, salah agenda dari forum tersebut juga diisi dengan latihan bersama menembak menggunakan senjata api (senpi) jenis Sig Sauer. Masing-masing unsur yang terlibat, secara bergantian membidikkan moncong pistolnya yang berkaliber 9 mm itu tepat pada sasaran.

“Ini (menembak, red) hanya wahana saja. Latihan menembak ini ada 3 sesi, tapi ini tidak jauh lebih penting dari upaya bersama menjalin komunikasi dalam satu sinergi. Dengan adanya latihan ini kami sebagai wujud penguatan wilayah. Kita yakin, keamanan wilayah Maritim, khususnya Indonesia timur akan tetap terjaga kondusifitasnya,” ujar Komandan Lantamal (Danlantamal) V Surabaya, Laksma TNI Edi Sucipto, Kamis (23/03/17).

 

Menurutnya, latihan ini diadakan juga sebagaimana yang tertera di UU 34/2004 tentang TNI Pasal 9 menyatakan, TNI AL menjadi garda terdepan dalam melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan laut. Selain itu, TNI AL adalah pelaksana tugas TNI matra laut di bidang pertahanan serta menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah laut yuridiksi nasional sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi.

“TNI AL juga melaksanakan tugas diplomasi Angkatan Laut dalam rangka mendukung kebijakan politik luar negeri yang ditetapkan oleh pemerintah. Yang lainnya adalah, melaksanakan tugas TNI dalam pembangunan dan pengembangan kekuatan matra laut,” urai Danlantamal V.

Edi mengingatkan, pemerintah telah mencanangkan Indonesia menjadi poros maritim dunia. Untuk mewujudkan cita-cita itu, mustahil dilakukan sendiri tanpa melibatkan unsur/stakeholder terkait lainnya di kemaritiman. Apapun itu, lanjut Danlantamal V, semua unsur tetap bergantung satu sama lainnya. “Kalau dilihat dari program tol laut, Surabaya adalah bagian dari lima pelabuhan pengepul dengan 19 pelabuhan fider. Karena, efek domino akan berimbas kepada wilayah Indonesia timur,” paparnya.

Usai memberikan sambutan di forum yang kali pertama digagas tersebut, Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Capt. Hari Setyobudi sangat mengapresiasi kegiatan yang membangun kebersamaan di jajaran maritim tersebut. Bahkan, Hari sangat mendukung, jika TNI AL, dalam hal ini Lantamal V Surabaya lebih memiliki peran dan turut andil dalam kerja sama bidang maritim,” katanya.

Sementara, latihan menembak yang diikuti semua unsur maritim di Surabaya dan Gresik itu, menempatkan 3 unit pistol jenis Sig Sauer. Ketiga senpi tersebut, masing-masing diisi tiga peluru untuk tembakan percobaan. “Untuk pistol kedua dengan isi sepuluh peluru slow fire, dan yang ketiga juga diisi sepuluh peluru untuk tembakan rapid fire,” sambung Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Lantamal V Surabaya, Mayor Laut (KH) Rohman Arif.(sa/ms/asb)


Terkait