Hendak Bobol ATM Pakai Bom, Aksi Pria ini Digagalkan Tim Anti Bandit

Hendak Bobol ATM Pakai Bom, Aksi Pria ini Digagalkan Tim Anti Bandit

Fakta Metropolis, Surabaya. Alih-alih terhimpit hutang, seorang pria bernama Widodo Saputro (29) asal Jalan Sultan Sulaiman, Kampung Bulang, Tanjung Pinang Timur, Kepulauan Riau melakukan upaya pencurian di Surabaya. Rabu, 23 Agustus 2017 sekitar pukul 22.00 WIB.

Sayangnya upaya tersebut digagalkan oleh Tim Anti Bandit Satreskrim Polrestabes Surabaya. Pria yang sudah lama tinggal di Singapura itu, diketahui oleh petugas saat dalam keadaan panik karena mobil yang disewanya dari Semarang tiba-tiba mati.

Karena mendapati Widodo dalam keadaan panik, petugas kemudian mendekatinya. Saat didekati, Widodo semakin tambah panik, sehingga timbullah kecurigaan petugas. Lalu petugas memeriksa dan melakukan penggeledahan terhadap Widodo dan mobilnya.

Mengejutkan, dari dalam saku celana Widodo menemukan sebilah pisau lipat. Tak hanya itu, sejumlah peralatan seperti tabung gas dan berbagai peralatan lain seperti sebuah rangkaian yang siap pasang, ditemukan petugas dari dalam mobil Widodo.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Leonard Sinambela mengatakan, Widodo datang ke Surabaya bermaksud melakukan pencurian di sejumlah ATM yang sudah di list olehnya. Parahnya, upaya pencurian yang hendak dilakukan menggunakan alat peledak (bom).

“Pada saat Tim Anti Bandit sedang melakukan pengawasan daerah rawan 3C di sekitar Jalan Raya Darmo Harapan, melihat tersangka sedang panik karena mesin mobil mati mendadak. Kemudian dihampiri oleh Tim Anti Bandit, karena tersangka semakin panik maka dilakukan penggeledahan,” kata leonard, Senin (28/08).

Leonard mengungkapkan, barang-barang yang mencurigakan yang sebagian telah dibuang oleh Widodo di lahan kosong dan di dalam selokan. Saat diinterogasi, Widodo mengaku bahwa peralatan itu akan digunakan untuk meledakkan mesin ATM.

“Tersangka berdomisili di Singapura, yang mana 2 tahun yang lalu tersangka mempelajari dari internet tentang cara meledakkan suatu brankas dengan menggunakan gas dan oksigen. Selanjutnya tersangka berniat untuk melakukan pencurian ATM dengan cara meledakkan mesin ATM menggunakan bahan tersebut,” ungkap Leonard.

Pada bulan Agustus lalu, lanjut Leonard, Widodo datang ke Semarang dengan maksud dan niat untuk melakukan pencurian ATM dengan cara meledakkan mesin ATM yang mana tersangka tinggal di Crown Plaza Hotel lantai VIII Jl. Pemuda 118 Semarang.

Selanjutnya dari referensi pihak Hotel Crown Plaza, Semarang Widodo menyewa mobil Mobilio dengan nopol H-9040-JE yang di ganti dengan nopol palsu AB-1319-N. kemudian Widodo berbelanja sejumlah peralatan, seperti tabung gas dan oksigen, serta peralatan lainnya untuk merangkai.

“Jadi modusnya tersangka ini adalah mencuri dengan memanfaatkan daya ledak dari tabung gas dan oksigen untuk merusak pintu brankas ATM,” lanjutnya.

Adapun maksud dari aksi Widodo, hasil penyidikan mendapatkan keterangan bahwa, Widodo selama ini memang gemar bermain Valas, dan gaya hidup juga menjadi alasan baginya untuk menunggak hutang hingga miliaran rupiah dari berbagai macam kartu kredit dan bank.

“Beruntung aksi pelaku kepergok anggota sehingga dapat digagalkan dan kami lakukan penahanan,” pungkas Leonard.(asb)


Terkait