Butuh Uang untuk Bayar Hutang, Nenek ini Jual Emas Palsu di Surabaya

Butuh Uang untuk Bayar Hutang, Nenek ini Jual Emas Palsu di Surabaya

Fakta Metropolis, Surabaya. Terhimpit oleh kebutuhan memang kerap kali membuat seseorang menjadi gelap. Apalagi ditambah lilitan hutang yang kian menyusahkan.

Seperti apa yang dilakukan oleh Rusmiati. Nenek 61 tahun ini nekad menjual emas palsu di Surabaya, tanpa berpikir panjang akan resiko yang bakal ditimpanya.

Perbuatan Rusmiati terbongkar setelah dia menjual emas palsu untuk yang keduanya kalinya kepada Ahmad Dofir seorang pemilik toko emas di Blauran, Surabaya.

"Setelah ketahuan jika emas yang dijual itu emas palsu oleh korban, tersangka kemudian diamankan," ujar Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, Lily Dja'far, saat merilis Rusmiati, Rabu (30/08).

Oleh karena pada saat kejadian ada anggota Satlantas Polrestabes Surabaya yang sedang bertugas, Rusmiati kemudian ditangkap dan diserahkan ke Satuan Reserse Kriminal.

Kepada petugas, nenek asal JI. Argopuro Desa Mimbaan Kecamatan Panji, Situbondo ini mengaku, mendapatkan emas palsu yang dibelinya dari seseorang yang tidak dikenalnya di atas bus jurusan Situbondo - Banyuwangi dengan harga Rp. 3,5 juta.

Kemudian Sabtu, 12 Agustus 2017 sekitar pukul 15. 00 WIB di pasar Blauran Surabaya, depan toko Pigura Setia Blok A No. 23-25 Surabaya, Rusmiati menjual 2 buah emas, terdiri dari 1 buah kalung dengan berat 3 gram dan 1 gelang dengan berat sekitar 6 gram.

"Lalu emas tersebut dites, dan dibayar oleh korban sebesar Rp. 3,1 juta dengan perincian Rp. 1 juta untuk kalung dan Rp. 2.1 juta untuk gelang,” kata Lily, Rabu (31/08).

Selanjutnya pada hari Sabtu, 26 Agustus 2017 sekitar pukul 10. 00 WIB tersangka Rusmiati kembali datang ke pasar Blauran ditempat yang sama untuk menjual kalung emas. Kemudian oleh korban emas tersebut ditimbang dengan berat 10 gram.

“Tetapi emas tidak jadi di jual karena tidak adanya kecocokan harga,” lanjut Lily.

Namun setelah itu, Rusmiati datang kembali ke tempat yang sama, yakni pada hari Selesa, 29 Agustus 2017. Rusmiati menjual kembali 1 buah kalung emas kepada korban ditempat yang sama. Akan tetapi kali ini korban curiga, dan meminta untuk melihat terlebih dahulu emas yang akan di jual.

Rusmiati pun menyerahkannya. Namun karena takut, akhirnya Rusmiati berpura-pura ke ponten. Tak mau kecolongan, korban memberhentikan Rusmiati. Tidak lama datang seseorang yang menerima penjualan emas dari Rusmiati pada 12 Agustus 2017 lalu.

“Beruntung pada saat itu ada anggota Satlantas yang sedang berpatroli, sehingga ketika mendapati adanya keributan, dan mengetahui situasinya, anggota mengamankan pelaku dan di bawa ke Polrestabes Surabaya,” tandas Lily.

Dari hasil ungkap kasus ini, petugas menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp. 129 ribu sisa penjualan, 1 buah gelang emas yang sudah patah menjadi tiga bagian yang diduga palsu, 3 buah gelang emas yang diduga palsu yang ditemukan dalam tas Rusmiati.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Rusmiati di jerat Pasal 378 KUHP, dengan ancaman pidana 4 tahun penjara.(asb)


Terkait