Sekjen GRIB Jatim Ingatkan Steven HS Agar Teragedi 17 Januari 2000 Jangan Terulang

Sekjen GRIB Jatim Ingatkan Steven HS Agar Teragedi 17 Januari 2000 Jangan Terulang

Surabaya, Fakta Metropolis. Sekjend GRIB Jatim yang ditemui di Kantor DPD GRIB Jatim, Jum’at 14 April 2017 Kemarin menyampaikan kekecewaan yang luar biasa atas dimakinya Dr. KH. Muhammad Zainul Majdi Gubernur NTB yang berjuluk Tuan Guru Bajang ( TGB ) di Bandara Changi Singapura oleh Steven Hadisurya Sulistyo (SHS).

 Irwanto Aktifis Kelahiran Bima, NTB yang kini menjadi salah satu kunci pergerakan massa di Jawa Timur mengatakan bahwa Jika tidak segera Di redam, maka hal ini akan membuat perpecahan antar Suku, Ras serta Agama kian melebar ke seluruh penjuru Indonesia dan ini sangat berbahaya bagi disintegrasi bangsa.

“Masyarakat NTB yang hampir 100% muslim sangat menghormati dan menjunjung tinggi Ulama, ditambah lagi TGB merupakan Ketua Umum Dewan Tanfiziah Pengurus Besar Nahdlatul Wathan, yaitu sebuah Ormas Islam terbesar di Pulau Seribu Masjid (Lombok, NTB),” ujar Irwanto, Jum’at (15/04/2017).

Dia mengingatkan, agar jangan sampai ini memancing kemarahan besar anggota NW atau Loyalis TGB. Menurutnya, jika itu terjadi maka masalahnya akan bergeser pada kebencian RAS. Secara Pribadi, Irwanto tidak mengharapkan hal itu terjadi.

“Jika anda memancing issu bernuansa SARA di bumi NTB, itu sangat luar biasa berbahaya. Jujur saja, saya masih ingat betul tentang kejadian 17 Januari 2000 silam. Usai Tabhlig Akbar di alun-alun Kota Mataram, untuk menggalang dana bagi saudara-saudara kita korban kerusuhan di Ambon saat itu. Namun hanya karena satu provokasi SARA, maka tak kurang dari 13 Gereja di Mataram dan sekitarnya terbakar,” ingat Irwanto.

Akibat dari kejadian tersebut, akhirnya merembet pada aksi-aksi brutal lainnya. Seperti penjarahan yang diakibatkan oleh kesenjangan yang terjadi saat itu. Hingga pada akhirnya hampir semua Etnis Cina hengkang dari wilayah konflik tersebut.

“Saya tidak berharap ini terjadi, kedamaian harus tetap terjaga di Bumi Pertiwi ini. Maka dengan ini saya minta Kepolisian untuk segera menangkap, menahan dan memproses SHS sesuai hukum yang berlaku di Indonesia Tentang Ujaran Kebencian,” tandas Irwanto lelaki gondrong bertatto, anak kesayangan Hercules ini menutup wawancaranya dengan Fakta Metropolis.(asb)


Terkait