Pasarkan LEwat Sosmed, Pria asal Bangkalan ini Jual Gadis dari Bojonegoro

Pasarkan LEwat Sosmed, Pria asal Bangkalan ini Jual Gadis dari Bojonegoro

Fakta Metropolis, Surabaya. Maraknya praktik prostitusi yang memanfaatkan situs jejaring sosial yang cukup mengkhawatirkan generasi penerus bangsa kembali di ungkap Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satuan Reserse (PPA Satreskrim) Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Surabaya.

Dalam ungkap kasus kali ini, Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap seorang mucikari bernama Rahman (27) asal Tanah Merah, Bangkalan, Madura. Untuk melancarkan bisnis lendirnya, Rahman memanfaatkan sebuah group situs jejaring sosial Facebook bernama Penikmat Lendir Surabaya.

Kepala Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni mengatakan, untuk mendapatkan calon pelanggan, dalam group Facebook tersebut Rahman memposting semacam promosi, bahwa dirinya sanggup menyediakan wanita cantik untuk memuaskan syahwat.

“Dari hasil lidik yang kita kembangkan dari informasi yang kita dapat melalui jaringan medsos, kita akuratkan melalui penyidikan yang sudah kita lalui. Akhirnya kita melakukan upaya paksa dengan melakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki (Rahman, red) yang berprofesi sebagai makelar atau germo,” kata Ruth Yeni, Jumat (25/08).

Rahman sendiri ditangkap Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, setelah sebelumnya dilakukan penggerebekan terhadap Bunga (bukan nama asli) yang sedang melayani pria hidung belang di sebuah kamar hotel Shoot Time di daerah Jl. Mayjend Sungkono, Surabaya.

Bunga melayani pria tersebut, setelah dipertemukan oleh Rahman. Melalui group Facebook Penikmat Lendir Surabaya, Rahman berkenalan dengan pelanggan dan melakukan negosiasi untuk menentukan tarif dan lokasi. Setelah sepakat, Rahman sendirilah yang mengantarkan Bunga.

Dalam transaksi bisnis esek-esek ini, gadis asal Bojonegoro ini mengaku bahwa tarif sebenarnya ditentukan oleh dirinya sendiri. Umumnya, gadis cantik bertubuh seksi itu memasang tarif Rp. 1 juta per sekali kencan. Sedangkan komisi Rahman, dari Bunga antara Rp. 100-200 ribu.

Dari hasil ungkap kasus ini, Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya menyita barang bukti berupa satu Bill Hotel, satu HP merk Samsung silver, dan uang tunai Rp. 500 ribu. Rahman pun di jerat dengan Pasal 506 KUHP dan Pasal 2 UU No. 21 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).(asb)


Terkait