Berusaha Melawan, Bandar Sabu Jaringan Lapas Jatim di Tembak Mati

Berusaha Melawan, Bandar Sabu Jaringan Lapas Jatim di Tembak Mati

Fakta Metropolis, Surabaya. Bagi para bandar narkoba sepertinya harus berpikir ribuan kali untuk memasarkan barang haramnya. Pasalnya, Kepolisian kian serius dalam memerangi Narkoba.

Tidak tanggung-tanggung, tindak tegas terukur akan menjadi imbalan yang setimpal jika para bandar tetap berusaha melawan ketika hendak dilakukan upaya paksa.

Sebagaimana yang dilakukan oleh Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Jawa Timur yang menembak mati seorang bandar Narkoba asal Dumai Timur, Riau.

Hal sama pun juga di alami oleh Sandi asal Sidoarjo. Pria 32 tahun tersebut harus menerima timah panas dari Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya, lantaran berusaha melawan menggunakan parang.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Mohammad Iqbal mengatakan, bahwa pihak Kepolisian memang berkomitmen untuk meniadakan Narkoba khususnya di wilayah Surabaya.

Dalam kasus ini, tim Satresnarkoba bergerak untuk melakukan upaya paksa penangkapan terhadap tiga orang yang diduga bandar atau pengedar sabu-sabu jaringan lapas.

“Salah satu tersangka ini, yaitu SD karena ketika dilakukan upaya paksa yang bersangkutan melawan petugas menggunakan senjata,” kata Iqbal, Minggu (27/08).

Sementara dua tersangka lain, yang di tangkap hidup-hidup, mereka adalah Lisa (27) asal Sidoarjo, Mizar (22) asal Mojokerto. Dari kedua tersangka ini lah petugas mengantongi identitas Sandi.

“Para tersangka ini sudah melakukan transaksi hampir 10 kali lebih. Mereka satu jaringan salah satu lapas. Kami sedang melakukan pengembangan,” tandas Iqbal.

Dari hasil ungkap kasus jaringan narkoba lapas ini, petugas menyita barang bukti 5 paket sabu dengan berat total 308,28 gram, 17 paket plastik berisi ekstasi dalam berbagai jenis total 1624 butir.

Selain itu, petugas juga menyita 3 buah buku rekap transaksi narkoba, 1 timbangan elektrik, 2 buah plastik berisi belasan plastik klip kecil, 1 bilah parang, 1 buah ATM BCA, dan uang tunai 20 juta.(asb)


Terkait