Ditreskrimum Polda Jatim Tangkap Pelaku Human Trafficking

Ditreskrimum Polda Jatim Tangkap Pelaku Human Trafficking

Surabaya, Fakta Metropolis. Praktek prostitusi yang melibatkan anak dibawah umur atau yang biasa disebut dengan Human Trafficking (Perdagangan Orang) diungkap Subdit IV Renata Ditreskrimum Polda Jatim. Dari pengungkapan kasus ini, 1 orang bernama Riwanto atau Wawan alias Bejo (40) asal Jombang, Jawa Timur ditangkap.

Kasubdit Penmas Bidhumas Polda Jatim AKBP Eko Hengky Prayitno mengatakan, Wawan membawa empat korban, yakni FR (16), NR (15), IR (16) dan DH (16) dari Jombang ke Surabaya untuk dipekerjakan.

Di Surabaya, 3 orang korban kemudian dibawa ke salah satu tempat hiburan dikawasan Wiyung. Sementara 1 orang korban berinisial FR dibawa ke sebuah hotel di Jalan Kencana Sari, Dukuh Pakis, Surabaya-Gempol.

Di hotel tersebut korban lalu ditawarkan kepada lelaki pemburu kenikmatan dengan tarif Rp. 1 juta untuk sekali kencan. Sedangkan untuk hasil dari tarif tersebut, pelaku mengambil keuntungan sebesar Rp. 200 ribu, dan korban FR menerima Rp. 800 ribu.

Petugas yang sebelumnya sudah melakukan pengintaian, memergoki FR bersama lelaki hidung belang dikamar nomor 110 disebuah hotel di Dukuh Pakis, Surabaya. Petugas pun kemudian melakukan interogasi korban, hingga petugas dapat menangkap pelaku yang tak jauh dari hotel.

"Setelah diinterogasi, petugas Subdit IV Renata berhasil mengamankan tersangka Wawan yang tak jauh dari hotel tempat korban diperjual belikan," kata Eko, Rabu (12/04/17).

Guna proses penyelidikan lebih lanjut, semua yang terlibat didalam kasus ini dibawa ke Mapolda Jatim dan dilakukan pendalaman. Saat ditanya perihal berapa lama menjalankan bisnis haram ini, tersangka Wawan mengaku baru satu kali ini. Kendati demikian, pengakuan Wawan tidak diterima petugas begitu saja.

"Tersangka mengakunya si baru satu kali ini saja. Tapi kami akan melakukan pendalaman atas kasus jual beli anak dibawah umur ini. Dan akan menyelidiki apakah masih ada korban lain dari bisnis yang dijalankan tersangka," tegas Hengky.

Dari hasil pengungkapan kasus human trafficking ini, petugas menyita barang bukti berupa uang tunai Rp 1,3 juta, ijazah MI 4 lembar, 3 lembar tiket kereta api, dan 1 buah HP merk Nokia tipe 1260 warna hitam.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, Wawan diganjar Pasal 2 ayat 1 dan ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang, dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 3 tahun dan atau maksimal 15 tahun penjara.(asb)


Terkait